mengapa saya berfikir demikian? karena pagi ini saya melihat seorang Bapak berkumis lebat yang ber”unifom” coklat dengan rompi berwarna hijau dan memakai topi coklat yang saya tidak tahu nama pekerjaannya, di bilangan jalan Daan Mogot Cengareng sedang memberhentikan mobil kopaja yang sepertinya melanggar lalu lintas (menurut Bapak itu). setelah terlibat beberapa percakapan, terlihat sang supir kopaja mengeluarkan sejumlah lembaran kertas yang entah dinamakan apa, lalu tak lama kemudian mobil kopaja itu pun diperbolehkan berjalan kembali. dan Bapak yang berseragam itu pun beranjak meninggalkan sang sopir…
nah, dari situlah saya berkesimpulan bahwa semakin pagi, semakin buuuaaannyyaaaak rezeki yang terhampar. terutama di jalan raya. dan jika kita menerapkan rasa cinta damai, maka keberlangsungan hidup pasti akan terjamin. karena alat penopang hidup yang bentuknya lembaran (entah apa namanya) pasti akan datang dengan sendirinya….
mari renungkan, kita menderita hidup di negara ini. tapi penyebab penderitaan itu adalah kita sendiri. jangan pura-pura tidak tahu. dengan disiplin diri yang apabila dinilai dengan angka adalah nol besar, apakah mungkin negara ini bisa berubah? mematuhi peraturan lalu lintas saja tidak becus, lantas mau menyalahkan aparat yang mencoba mengambil keuntungan dari kecerobohan yang kita buat sendiri? munafik sekali…
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar